Dari FC Porto, Andre Silva Hijrah ke AC Milan

Dari FC Porto, Andre Silva Hijrah ke AC Milan

Info Bola – AC Milan terus menerus melakukan manuver untuk mempersiapkan musim depan yang lebih baik dari musim agen poker terpercaya sebelumnya. Pemain rekrutan mereka, Andre Silva dipastikan tidak akan jadi pemain terakhir yang dibeli AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Daftar belanja mereka masih ada beberapa nama lagi.

Andre Silva menjadi pembelian terbesar Rossoneri di musim panas ini. Untuk menebus pemain depan berusia 21 tahun itu dari FC Porto, Milan harus menyiapkan dana 38 juta euro. Andre Silva pun menjadi pemain termahal kedua yang pernah dibeli klub tersebut. Milan memang sedang butuh pemain segar karena di musim ini hancur lebur dan tidak mendapatkan tiket di turnamen Eropa manapun.

Total sudah empat pemain didapatkan Milan. Sebelumnya mereka berhasil memboyong Mateo Musacchio dari Villarreal dan Ricardo Rodriguez dari Wolfsburg masing-masing dengan banderol 18 juta euro. Ada juga Franck Kessie yang dipinjam selama dua tahun dari Atalanta dan kewajiban membeli senilai 28 juta euro di akhir periode peminjaman.

Sejauh ini Milan menjadi klub Serie A yang paling aktif di bursa transfer. Milan terus mempersiapkan diri untuk bartisipasinya di Liga Europa musim depan, kompetisi Eropa pertama yang mereka ikuti setelah tiga musim sebelumnya selalu absen.

Milan kini punya modal yang cukup untuk memperkuat skuatnya. Kedatangan pemilik baru dari China membuat klub pemilik tujuh trofi Liga Champions itu kembali punya daya saing di bursa transfer. Milan bahkan berencana mendatangkan beberapa pemain lain. pemain yang mereka incar tentunya yang masih berusia belia dan kuat di atas lapangan. Padahal dahulu kala AC Milan dikenal dengan tim yang usianya rata-rata sudah berumur.

Semenjak terakhir kehilangan Kaka yang hijrah ke Madrid, AC Milan terus melakukan peremajaan skuad mereka. Pemain termuda yang sudah masuk di tim senior seperti kiper Gianluigi Donnarumma pun masih berusia 17 tahun, padahal sebelumnya kiper mereka terkenal dengan usia yang sudah matang.

“Kami sudah berjanji memberikan pelatih Vincenzo Montella sekitar dua pertiga dari skuat musim 2016-17 ketika masuk pramusim, dan saya pikir kami dalam jalur yang tepat untuk melakukan hal itu,” ucap General Manager Milan, Marco Fassone di ESPNFC.

Beberapa pemain lain yang santer dikabarkan tengah dibidik atau mulai melakukan negosiasi adalah Lucas Biglia dari tim SS Lazio, Andrea Conti dari tim Atalanta, dan juga penyerang muda tampan Alvaro Morata dari Real Madrid. Morata sendiri tak asing dengan Liga Serie A Italia karena musim lalu sebelum kembali ke Real Madrid, Morata pernah berseragam Juventus.

Mateo Kovacic menjadi rebutan dua klub asal Italia, AC Milan dan juga AS Roma

Mateo Kovacic menjadi rebutan dua klub asal Italia, AC Milan dan juga AS Roma

guccioutletstoreusa – Menurut laporan di Italia melalui Calciomercato, Kovacic sedang mendapat rumor dari judi poker online raksasa Serie A seperti AS Roma dan AC Milan. Milan telah mengirim Massimiliano Mirabelli untuk menyaksikan kemenangan Real Madrid dengan skor 3-0 atas Atletico Madrid akhir-akhir ini dan Kovacic adalah salah satu pemain yang diharapkan bisa menjadi pilihan untuk musim depan.

Skuad asuhan Vincenzo Montella dilaporkan melihatnya sebagai pemain yang bisa membantu memperbaiki persiapan saat ini dan Kovacic mungkin terbukti menjadi pilihan jangka panjang yang baik untuk sisi yang sangat muda dan menarik. Selain itu, dengan pemilik baru mereka, Rossoneri tidak akan kekurangan dana untuk dibelanjakan pada pemain baru.

Kemudian juga pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, akan sangat mencari kualitas dalam skuad mereka, setelah sekali lagi menemukan diri mereka tertinggal jauh dari Juventus. Kedatangan Kovacic bisa memfasilitasi lebih banyak kompetisi di dalam skuad dan dia juga bisa menjadi pengganti jangka panjang untuk Daniele De Rossi.

Baca Juga : Marco Reus Menjadi Buruan Manchester United dan Atletico Madrid Musim Depan

Pemain berusia 23 tahun itu juga akan terbiasa dengan Serie A dan San Siro, setelah menghabiskan 2 musim di sana bersama Inter Milan, membuat 97 penampilan untuk mereka sebelum pindah ke Real Madrid pada musim panas 2015 untuk sebuah pembelian bernilai € 29 juta.

Sejak saat itu, dia tidak pernah bisa membangun dirinya sebagai pemain reguler di bawah kepelatihan Judi Poker Rafa Benitez atau Zidane. Dengan orang-orang seperti Isco, James Rodriguez, Casemiro, Kroos dan Modric masuk bergantian di pertandingan, tidak mengherankan jika Kovacic hanya menjadi penghangat bangku cadangan daripada yang diharapkan.

Hanya dalam waktu kurang dari 2 musim penuh, dia telah menghasilkan total 70 penampilan untuk Real Madrid di semua kompetisi dan mencetak 3 gol sejauh ini. Dia menjadi pemain inti hanya 33 selama beberapa musim terakhir, dengan 22 kali terjadi pada musim ini. Tak perlu dikatakan ini akan membuat frustrasi pemain manapun di klub papan atas.

Musim panas lalu dia dikaitkan dengan kepindahan dari Bernabeu, bersama Roma, Liverpool dan Juventus dikabarkan Judi Poker online tertarik. Baru-baru ini, PSG dikabarkan akan merencanakan tawaran € 45 juta untuk Kovacic pada akhir musim.

Setelah dua musim tidak mengalami kemajuan yang nyata, mungkin saatnya Kovacic mempertimbangkan untuk pindah dari ibukota Spanyol untuk membawa karirnya kembali ke jalur semula. Pada usia 23 tahun, dia masih memiliki waktu untuk tumbuh lebih jauh, namun sepertinya Real Madrid bukanlah tempat terbaik untuk melakukannya.

Karena itu juga, tidak mengherankan jika agen dari Kovacic sempat membeberkan bahwa salah satu agenda di masa depan untuk kliennya adalah bermain secara reguler. Dengan tuntutan bahwa Piala Dunia 2018 mendatang semakin dekat dan sangat mungkin musim panas ini gelandang Kroasia itu mencari tempat yang bersedia memberinya waktu bermain reguler.

“Kovacic baik-baik saja dalam dua musim terakhir di Spanyol. Dia berlatih dengan banyak pemain hebat dan bisa mendapatkan pengalaman penting, terlebih musim lalu menjuarai Liga Champions,” kata agennya.

“Dia sedang memperjuangkan bakatnya dan masih kurang dukungan dari beberapa pihak untuk bermain konsisten, tapi hal semacam itu tidak menghalanginya dan dia terlihat baik-baik saja.

“Tetapi, dia juga ingin bermain di turnamen besar, dia ingin membela negaranya dan salah satunya dengan cara bermain lebih sering di level klub, tapi kami belum ada pembahasan apapun. “Jika memungkinkan, Kovacic ingin bermain lebih banyak untuk membuka Judi Poker online peluangnya dan juga, jika dia tidak mendapatkan kesempatan sesuai dengan harapan, periode pinjaman bisa menjadi pilihan yang dipertimbangkan.”